TATA CARA NIAT BERWUDHUK DAN BATAL NYA WUDHUK

Di posting oleh jaifauzani pada 05:45 AM, 07-Apr-13

Di: TUTORIAL ISLAMI

TATA CARA WUDHU DAN BATAL NYA WUDHUK
)ﻓﺼﻞ( ﻭﻓﺮﻭﺽ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺮﻓﻘﻴﻦ ﻭﻣﺴﺢ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ﻭﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ. )ﻓﺼﻞ( ﻭﺳﻨﻨﻪ ﻋﺸﺮﺓ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻭﻏﺴﻞ ﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻗﺒﻞ ﺇﺩﺧﺎﻟﻬﻤﺎ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﻀﻤﻀﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﻨﺸﺎﻕ ﻭﻣﺴﺢ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﻣﺴﺢ ﺍﻷﺫﻧﻴﻦ ﻇﺎﻫﺮﻫﻤﺎ ﻭﺑﺎﻃﻨﻬﻤﺎ ﺑﻤﺎﺀ ﺟﺪﻳﺪ ﻭﺗﺨﻠﻴﻞ ﺍﻟﻠﺤﻴﺔ ﺍﻟﻜﺜﺔ ﻭﺗﺨﻠﻴﻞ ﺃﺻﺎﺑﻊ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﻭﺗﻘﺪﻳﻢ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ ﻭﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﺛﻼﺛﺎ ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺍﻟﻤﻮﻻﺓ. Artinya:
Rukun atau fardhu-nya wudhu ada 6 (enam) yaitu:
1. Niat saat membasuh muka.
2. Membasuh muka.
3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
4. Mengusap sebagian kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
6. Dilakukan secara tertib dari no. 1 sampai 5.
CATATAN:
[1] Niat wudhu adalah:‎‏ ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻟﺮﻓﻊ ﺍﻟﺤﺪﺙ ﺍﻷﺻﻐﺮ ﻓﺮﺿﺎ ﻟﻠﻮ ﺗﻌﺎﻟﻲ Artinya:
Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah Ta'ala.
[2] Beda mengusap dan membasuh adalah kalau mengusap cukup dilakukan dengan sekedar membasahi dengan sedikit air. SEdang
membasuh memakai air yang dapat mengaliri seluruh anggota badan yang wajib dibasuh.
SUNNAH-NYA WUDHU
Artinya: Sunnahnya wudhu ada 10 (sepuluh):
membaca bismillah, membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkan ke wadah air, berkumur, menghirup air ke hidup, mengusap seluruh kepala, mengusap kedua telinga luar dalam dengan air baru, menyisir jenggot tebal dengan jari, membasuh sela-sela jari tangan dan kaki, mendahulukan bagian kanan dari kiri, menyucikan masing-masing 3 (tiga) kali, bersegera.

PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDHU (YANG MENGAKIBATKAN HADAS KECIL)
)ﻓﺼﻞ( ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﻘﺾ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﻣﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻴﻠﻴﻦ ﻭﺍﻟﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﻫﻴﺌﺔ ﺍﻟﻤﺘﻤﻜﻦ ﻭﺯﻭﺍﻝ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺑﺴﻜﺮ ﺃﻭ ﻣﺮﺽ ﻭﻟﻤﺲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻷﺟﻨﺒﻴﺔ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺋﻞ ﻭﻣﺲ ﻓﺮﺝ ﺍﻵﺩﻣﻲ ﺑﺒﺎﻃﻦ ﺍﻟﻜﻒ ﻭﻣﺲ ﺣﻠﻘﺔ ﺩﺑﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪ. Artinya: Perkara yang membatalkan wudhu ada 6 (enam): sesuatu yang keluar dari dua jalan (depan belakang), tidur dalam keadaan tidak tetap, hilang akal karena mabuk atau sakit, sentuhan laki-laki pada wanita bukan mahram tanpa penghalang, menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan bagian dalam, menyentuh kawasan sekitar anus (dubur) menurut qaul jadid.
[1]
[1] Qaul jadid (pendapat baru) adalah fatwa Imam Syafi'i saat berada di Mesir. Qaul qadim (pendapat lama) adalah fatwa Imam Syafi'i saat berada di Baghdad, Irak.
sumber: terjemah kitab matan at taqrib

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)